• Jelajahi

    Copyright © Macaseo.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Apa Itu Saham? Kenali Jenis, Cara Kerja & Risikonya

    31/10/2026, Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T17:34:16Z

    Macaseo.com - Saham merupakan instrumen investasi yang menunjukkan kepemilikan seseorang atas sebagian modal sebuah perusahaan dan diperjualbelikan melalui pasar modal. Sebagai pemegang saham, kamu berkesempatan memperoleh keuntungan dari pertumbuhan nilai saham maupun pembagian laba perusahaan dalam bentuk dividen.

    Apa Itu Saham Jenis Cara Kerja Risiko

    Seiring bertambahnya minat masyarakat terhadap dunia investasi, saham menjadi salah satu topik keuangan yang semakin banyak diperbincangkan. Meski begitu, masih banyak pemula yang ingin memahami apa itu saham, bagaimana mekanisme perdagangannya, serta faktor apa saja yang memengaruhi pergerakan harganya. 


    Saham juga kerap dianggap sulit dipahami karena memiliki risiko yang perlu diperhitungkan. Oleh sebab itu, mengenali konsep dasar saham merupakan langkah awal yang penting sebelum menanamkan modal. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian saham, cara kerja, berbagai jenisnya, serta risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi.


    Apa Itu Saham?


    Saham merupakan instrumen yang menandakan bahwa seseorang memiliki bagian dari suatu perusahaan. Saat kamu membeli saham, kamu ikut memiliki sebagian kecil dari bisnis tersebut sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Status kepemilikan ini juga dapat memberikan hak tertentu kepada investor, bergantung pada jenis saham dan ketentuan yang berlaku.


    Mengacu pada pengertian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham adalah surat berharga yang menjadi bukti penyertaan modal dalam sebuah perusahaan sekaligus memberikan hak kepada pemiliknya untuk memperoleh manfaat ekonomi sesuai ketentuan. Dengan demikian, saham bukan hanya sekadar nilai yang terlihat pada aplikasi investasi, tetapi juga mencerminkan kepemilikan atas perusahaan secara legal.


    Bagaimana Saham Bekerja?


    Perusahaan menerbitkan saham sebagai salah satu cara untuk memperoleh tambahan modal guna membiayai ekspansi dan mendukung pertumbuhan bisnis. Penawaran saham kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pasar modal, sehingga investor memiliki kesempatan untuk menanamkan dana dan memperoleh bagian kepemilikan di perusahaan tersebut.


    Setelah tercatat dan diperdagangkan di bursa, harga saham dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keseimbangan antara jumlah permintaan dan penawaran. Perubahan ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi keuangan perusahaan, perkembangan ekonomi, serta persepsi investor terhadap pasar. Karena itu, berinvestasi saham berarti memiliki peluang untuk menikmati keuntungan sekaligus menghadapi risiko kerugian akibat perubahan nilai investasi maupun kinerja perusahaan.


    Hak Pemilik Saham


    Memiliki saham tidak hanya berarti menanamkan modal pada sebuah perusahaan, tetapi juga memberikan sejumlah hak kepada investor sebagai pemilik bagian dari bisnis tersebut.


    Salah satu hak yang dapat diperoleh adalah dividen, yakni pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham berdasarkan keputusan dan kebijakan yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Meski demikian, dividen tidak selalu dibagikan setiap tahun. Perusahaan dapat memilih menggunakan kembali laba yang diperoleh untuk mendanai ekspansi atau memperkuat operasional bisnis.


    Investor juga berpeluang mendapatkan capital gain, yaitu keuntungan yang muncul ketika saham dijual dengan harga lebih tinggi daripada harga pembeliannya. Di samping itu, pemegang saham tertentu memiliki hak suara dalam RUPS, yang memungkinkan mereka berpartisipasi dalam pengambilan keputusan strategis dan menentukan kebijakan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.


    Jenis-Jenis Saham


    1. Berdasarkan Hak Kepemilikan


    Saham biasa adalah kategori saham yang banyak dipilih oleh investor di pasar modal. Pemiliknya berpeluang menerima dividen apabila perusahaan membagikannya serta mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 


    Namun, jika perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham biasa memperoleh sisa aset setelah kewajiban perusahaan dan hak kreditur serta pemegang saham dengan prioritas lebih tinggi diselesaikan.


    Berbeda dengan saham biasa, saham preferen menawarkan sejumlah keistimewaan, terutama dalam hal pembagian dividen dan prioritas klaim atas aset perusahaan. Saham ini memiliki karakteristik yang menyerupai kombinasi saham dan obligasi, meskipun tetap termasuk instrumen ekuitas. 


    Dividennya dapat ditetapkan dengan tingkat tertentu sesuai ketentuan penerbitan, sedangkan hak suara pemegangnya umumnya terbatas atau tidak tersedia. Ketentuan tersebut bergantung pada jenis saham preferen yang diterbitkan oleh perusahaan.


    2. Berdasarkan Karakter Perusahaan


    Saham blue chip merupakan saham perusahaan mapan yang dikenal memiliki kondisi keuangan relatif kuat, rekam jejak bisnis yang baik, serta posisi yang kokoh di sektor industrinya. Sementara itu, saham growth merujuk pada saham perusahaan yang berpotensi mengalami pertumbuhan pendapatan atau laba secara signifikan. 


    Adapun saham value adalah saham yang diperkirakan diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, sehingga dianggap menarik bagi investor yang mencari peluang investasi berdasarkan analisis fundamental.


    Keuntungan Investasi Saham

    Apa Itu Saham Jenis Cara Kerja Risiko

    Salah satu daya tarik investasi saham adalah peluang memperoleh keuntungan yang kompetitif, khususnya jika dilakukan dengan strategi dan tujuan jangka panjang. Keuntungan tersebut dapat berasal dari kenaikan harga saham (capital gain) maupun pembagian dividen yang dilakukan perusahaan kepada para pemegang saham.


    Selain menawarkan peluang imbal hasil, saham juga memiliki tingkat likuiditas yang cukup baik, terutama pada saham yang aktif diperdagangkan di bursa. Kondisi ini memudahkan investor untuk melakukan transaksi jual beli ketika dibutuhkan. Meski demikian, kemudahan menjual saham tetap bergantung pada volume perdagangan dan kondisi pasar saat transaksi berlangsung.


    Risiko Investasi Saham


    Meskipun berpotensi memberikan keuntungan, investasi saham tetap memiliki sejumlah risiko yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Pergerakan harga saham bisa berubah secara signifikan dalam waktu singkat, baik karena kondisi ekonomi, sentimen investor, maupun perubahan kinerja perusahaan.


    Salah satu risiko yang perlu diketahui adalah capital loss, yaitu kerugian yang muncul saat saham dijual dengan harga lebih rendah daripada harga pembelian. Investor juga menghadapi risiko bisnis akibat penurunan kinerja perusahaan serta risiko sistemik yang dipicu oleh peristiwa besar, seperti krisis ekonomi, yang dapat berdampak luas terhadap pasar saham. Memahami berbagai kemungkinan tersebut membantu kamu menetapkan ekspektasi yang realistis dan mengelola risiko investasi dengan lebih bijak.


    Lalu, apa itu saham? Saham adalah instrumen investasi yang menunjukkan kepemilikan atas sebagian perusahaan dan memberikan peluang memperoleh keuntungan, tetapi juga memiliki potensi kerugian. Sebelum terjun ke pasar modal, penting bagi kamu untuk memahami mekanisme perdagangan saham, hak sebagai pemegang saham, jenis-jenis saham, serta risiko yang menyertainya.


    Dengan bekal literasi keuangan yang memadai, kamu dapat mengevaluasi peluang investasi secara lebih objektif, menentukan strategi sesuai tujuan keuangan, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang matang alih-alih sekadar mengikuti spekulasi atau tren pasar.


    FAQ


    1. Apa itu saham dan bagaimana cara kerjanya?


    Saham adalah instrumen investasi yang menjadi bukti kepemilikan seseorang atas sebagian modal suatu perusahaan. Cara kerjanya, perusahaan menerbitkan saham untuk memperoleh tambahan modal, kemudian investor dapat membeli saham tersebut melalui pasar modal. Setelah diperdagangkan di bursa, harganya bergerak mengikuti permintaan, penawaran, kondisi perusahaan, dan perkembangan ekonomi.


    2. Apakah membeli saham berarti memiliki perusahaan?


    Ya. Ketika seseorang membeli saham, ia memiliki sebagian kecil dari perusahaan sesuai jumlah saham yang dimilikinya. Kepemilikan tersebut juga dapat memberikan hak tertentu, seperti memperoleh dividen dan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), bergantung pada jenis saham yang dimiliki.


    3. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari investasi saham?


    Keuntungan investasi saham umumnya berasal dari dua sumber, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain diperoleh ketika saham dijual dengan harga lebih tinggi daripada harga pembelian. Sementara itu, dividen merupakan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan dan kebijakan perusahaan.


    4. Apa perbedaan capital gain dan dividen dalam investasi saham?


    Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Sebaliknya, dividen merupakan bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Keduanya merupakan sumber keuntungan yang berbeda, tetapi tidak selalu dapat diperoleh secara bersamaan.


    5. Apakah investor saham pasti mendapatkan dividen setiap tahun?


    Tidak. Perusahaan tidak selalu membagikan dividen setiap tahun. Keputusan pembagian dividen bergantung pada kebijakan perusahaan dan keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ada perusahaan yang memilih menggunakan kembali laba untuk mendukung ekspansi atau memperkuat operasional bisnis.


    6. Apa perbedaan saham biasa dan saham preferen?


    Saham biasa umumnya memberikan hak suara dalam RUPS dan peluang memperoleh dividen apabila perusahaan membagikannya. Sementara itu, saham preferen menawarkan keistimewaan dalam pembagian dividen dan prioritas klaim atas aset perusahaan. Namun, hak suara saham preferen biasanya terbatas atau tidak tersedia.


    7. Apa yang dimaksud dengan saham blue chip?


    Saham blue chip adalah saham perusahaan mapan yang memiliki kondisi keuangan relatif kuat, rekam jejak bisnis yang baik, serta posisi yang kokoh dalam sektor industrinya. Saham jenis ini sering menjadi perhatian investor yang mempertimbangkan stabilitas dan kualitas fundamental perusahaan.


    8. Apa perbedaan saham blue chip, growth, dan value?


    Ketiganya dibedakan berdasarkan karakteristik perusahaan dan penilaian investasinya. Saham blue chip berasal dari perusahaan mapan dengan kondisi bisnis relatif kuat. Saham growth merupakan saham perusahaan yang berpotensi mengalami pertumbuhan pendapatan atau laba secara signifikan. Sementara saham value diperkirakan diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.


    9. Mengapa harga saham bisa naik dan turun setiap hari?


    Harga saham berubah karena adanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar. Selain itu, kondisi keuangan perusahaan, perkembangan ekonomi, serta persepsi atau sentimen investor juga dapat memengaruhi pergerakan harga saham.


    10. Apa yang menyebabkan investor mengalami kerugian saham?


    Kerugian saham dapat terjadi ketika harga jual lebih rendah daripada harga pembelian atau disebut capital loss. Penurunan kinerja perusahaan, perubahan kondisi ekonomi, sentimen negatif investor, dan krisis ekonomi juga dapat memengaruhi nilai investasi saham.


    11. Apa itu capital loss dalam investasi saham?


    Capital loss adalah kerugian yang terjadi ketika investor menjual saham dengan harga lebih rendah dibandingkan harga saat membelinya. Contohnya, jika saham dibeli seharga Rp2.000 per lembar kemudian dijual seharga Rp1.700, investor mengalami selisih kerugian Rp300 per lembar, sebelum memperhitungkan biaya transaksi.


    12. Apakah investasi saham cocok untuk pemula?


    Investasi saham dapat dipelajari oleh pemula selama memahami konsep dasar, mekanisme perdagangan, potensi keuntungan, dan risikonya. Sebelum menanamkan modal, investor sebaiknya mempelajari karakteristik saham serta mempertimbangkan tujuan keuangan dan kemampuan menghadapi risiko.


    13. Apa saja risiko yang harus diketahui sebelum membeli saham?


    Beberapa risiko investasi saham meliputi capital loss, risiko bisnis, dan risiko sistemik. Capital loss terjadi ketika harga jual lebih rendah daripada harga beli. Risiko bisnis berkaitan dengan penurunan kinerja perusahaan, sedangkan risiko sistemik dapat muncul akibat peristiwa besar seperti krisis ekonomi yang berdampak luas terhadap pasar saham.


    14. Mengapa saham disebut sebagai instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi?


    Saham memiliki risiko karena harganya dapat mengalami perubahan signifikan dalam waktu singkat. Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan sentimen investor. Akibatnya, investor berpeluang mendapatkan keuntungan sekaligus menghadapi potensi kerugian.


    15. Apa fungsi perusahaan menerbitkan saham kepada masyarakat?


    Perusahaan menerbitkan saham untuk memperoleh tambahan modal. Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk membiayai ekspansi, mengembangkan bisnis, serta mendukung pertumbuhan dan operasional perusahaan.


    16. Apakah pemegang saham memiliki hak untuk ikut mengambil keputusan perusahaan?


    Pemegang saham tertentu memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Melalui hak tersebut, mereka dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan strategis dan penentuan kebijakan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hak suara ini bergantung pada jenis saham yang dimiliki.


    17. Apa yang terjadi pada pemegang saham jika perusahaan mengalami likuidasi?


    Dalam kondisi likuidasi, pemegang saham biasa memperoleh sisa aset perusahaan setelah kewajiban perusahaan, hak kreditur, dan klaim pihak yang memiliki prioritas lebih tinggi diselesaikan. Artinya, pemegang saham biasa tidak memiliki prioritas utama dalam pembagian aset perusahaan.


    18. Mengapa saham memiliki likuiditas yang cukup baik?


    Saham, terutama yang aktif diperdagangkan di bursa, memiliki tingkat likuiditas yang cukup baik karena investor dapat melakukan transaksi jual beli ketika dibutuhkan. Namun, kemudahan menjual saham tetap bergantung pada volume perdagangan dan kondisi pasar saat transaksi berlangsung.


    19. Apakah saham growth selalu memberikan keuntungan lebih besar?


    Tidak selalu. Saham growth merujuk pada saham perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan pendapatan atau laba secara signifikan. Namun, potensi pertumbuhan tidak menjamin keuntungan bagi investor karena harga saham tetap dapat berubah mengikuti kinerja perusahaan dan kondisi pasar.


    20. Apa yang perlu dipahami sebelum mulai berinvestasi saham?


    Sebelum mulai berinvestasi, calon investor perlu memahami pengertian saham, mekanisme perdagangan, jenis-jenis saham, hak pemegang saham, potensi keuntungan, dan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis yang matang, tujuan keuangan, serta pemahaman terhadap risiko, bukan sekadar mengikuti tren atau spekulasi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Bisnis

    +