Macaseo.com - Dalam dunia marketing, ada begitu banyak strategi yang bisa digunakan untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong keputusan pembelian. Salah satu teknik psikologi pemasaran yang cukup menarik untuk dipahami adalah decoy effect.
Mungkin istilah ini masih terdengar asing bagi sebagian orang. Menariknya, konsep tersebut sebenarnya kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika dihadapkan pada beberapa pilihan produk atau harga yang terlihat hampir serupa.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan decoy effect dan bagaimana strategi ini dapat memengaruhi pilihan konsumen? Mari pahami konsep, cara kerja, serta penerapannya dalam marketing melalui pembahasan berikut.
Definisi Decoy Effect
Decoy effect merupakan salah satu strategi dalam psikologi marketing yang digunakan untuk memengaruhi cara konsumen menentukan pilihan, terutama agar mereka lebih tertarik pada produk dengan harga yang lebih tinggi.
Bagaimana cara kerjanya? Sederhana. Marketer menghadirkan satu pilihan tambahan yang sengaja dibuat kurang menarik dibandingkan opsi lainnya. Pilihan inilah yang berperan sebagai “decoy” atau pengecoh, sehingga pilihan utama terlihat jauh lebih bernilai di mata konsumen.
Masih terasa membingungkan? Tenang, konsep ini akan lebih mudah dipahami melalui ilustrasi sederhana berikut.
Ilustrasi
Bayangkan kamu sedang pergi ke bioskop bersama pasangan. Sesampainya di sana, kamu melihat ada dua pilihan popcorn yakni ukuran mini seharga Rp30.000 dan ukuran besar dengan harga Rp70.000.
Kalau hanya tersedia dua pilihan tersebut, mana yang kemungkinan besar akan kamu pilih?
Bisa jadi kamu memilih popcorn mini. Selain lebih hemat, porsinya juga terasa cukup karena kamu mungkin tidak ingin terlalu banyak makan selama menonton film. Selisih harga Rp40.000 dari ukuran mini ke ukuran besar pun terasa cukup signifikan.
Namun, bagaimana jika bioskop tersebut menambahkan satu pilihan lagi, yaitu popcorn medium seharga Rp65.000?
Sekarang, pilihan kamu mungkin mulai berubah.
Ketika melihat popcorn medium hanya terpaut Rp5.000 dari ukuran besar, kamu bisa saja mulai berpikir, “Kalau cuma tambah Rp5.000, kenapa tidak sekalian ambil yang besar?”
Situasi tersebut bahkan bisa semakin mendorong kamu untuk memilih ukuran besar ketika pelayan mengatakan, “Sekalian yang besar saja, Kak. Tinggal tambah Rp5.000.”
Tanpa disadari, pilihan medium yang sebenarnya bukan pilihan utama justru membuat popcorn besar terlihat jauh lebih menguntungkan. Inilah gambaran sederhana bagaimana decoy effect dapat memengaruhi keputusan konsumen.
Riset The Economist
Penerapan decoy effect bukan sekadar teori dalam psikologi marketing. Salah satu contoh yang sering dibahas berasal dari The Economist, majalah asal Amerika Serikat yang pernah menguji bagaimana penambahan satu pilihan dapat memengaruhi keputusan pelanggan.
Pada tahap awal, The Economist menawarkan dua paket berlangganan:
- US$59 untuk akses digital
- US$125 untuk akses digital + versi cetak
Jika hanya dihadapkan pada dua pilihan tersebut, sebagian besar orang cenderung memilih paket digital seharga US$59 karena harganya jauh lebih murah.
Namun, situasinya berubah ketika The Economist menambahkan satu opsi baru, yaitu US$125 untuk versi cetak saja.
Kini terdapat tiga pilihan:
- US$59 — Digital
- US$125 — Print saja
- US$125 — Print + Digital
Menariknya, kehadiran pilihan kedua membuat paket ketiga terlihat jauh lebih menarik. Bagaimana tidak? Dengan harga yang sama, konsumen mendapatkan manfaat lebih banyak melalui paket print + digital.
Di sinilah peran pilihan “pengecoh” terlihat. Paket print saja bukanlah opsi yang dirancang untuk menjadi pilihan utama. Keberadaannya justru membuat konsumen membandingkan dua paket dengan harga sama dan melihat bahwa paket print + digital memberikan nilai yang lebih besar.
Akibatnya, konsumen yang sebelumnya cenderung memilih paket digital dengan harga lebih rendah dapat terdorong mempertimbangkan paket yang lebih mahal.
Contoh ini menunjukkan bagaimana decoy effect bekerja melalui perbandingan pilihan, bukan semata-mata dengan mengubah harga produk. Satu opsi tambahan dapat mengubah cara konsumen menilai nilai dan keuntungan dari pilihan lainnya.
Bahkan dengan adanya decoy, omset bisnis bisa naik secara drastis. Data yang didapatkan dari The Economist adalah seperti ini.
Ketika tidak ada decoy, revenue perusahaan mencapai $8,012. Nah, lalu bagaimana ketika ada decoy? Lihat gambar selanjutnya
Penerapan Pada Bisnis
Konsep decoy effect juga dapat diterapkan dalam strategi harga bisnis kamu. Caranya cukup sederhana yakni sediakan dua pilihan produk dengan perbedaan harga dan value yang jelas, lalu tambahkan satu opsi lain yang berfungsi sebagai pembanding.
Pilihan tambahan tersebut dapat memiliki harga yang sama dengan produk utama atau selisih yang sangat tipis. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah perbandingan value yang ditawarkan. Produk dengan harga lebih tinggi harus terlihat memberikan manfaat atau keuntungan yang lebih besar agar konsumen merasa bahwa kenaikan harga tersebut sepadan.
Meski begitu, jangan hanya berfokus pada selisih harga. Konsumen tetap akan melakukan perhitungan sebelum mengambil keputusan. Jika perbedaan harga terlalu kecil tetapi tambahan manfaatnya tidak cukup meyakinkan, pilihan yang seharusnya menjadi decoy justru bisa dipilih oleh pelanggan.
Jadi, kuncinya adalah menciptakan struktur harga yang membuat produk yang kamu prioritaskan terlihat lebih bernilai, bukan sekadar membuat pilihan yang lebih murah atau mahal.
FAQ
1. Apa itu decoy effect dalam marketing?
Decoy effect adalah strategi psikologi marketing yang menggunakan pilihan tambahan sebagai pembanding untuk membuat produk atau paket tertentu terlihat lebih bernilai. Pilihan tambahan tersebut biasanya dibuat kurang menarik sehingga konsumen lebih terdorong memilih opsi yang menjadi target bisnis.
2. Bagaimana cara kerja decoy effect?
Decoy effect bekerja dengan mengubah cara konsumen membandingkan beberapa pilihan. Ketika sebuah opsi yang kurang menarik ditambahkan, produk yang sebelumnya terlihat mahal atau biasa saja dapat terlihat lebih menguntungkan karena memiliki value yang lebih baik dibandingkan decoy.
3. Apa contoh decoy effect dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh decoy effect yang mudah ditemukan adalah pilihan ukuran makanan atau minuman. Misalnya, ukuran kecil seharga Rp30.000, medium Rp65.000, dan besar Rp70.000. Karena selisih harga medium dan besar hanya Rp5.000, konsumen dapat merasa bahwa ukuran besar memberikan value yang lebih tinggi.
4. Apa fungsi decoy effect dalam strategi marketing?
Fungsi decoy effect adalah membantu mengarahkan perhatian konsumen pada pilihan tertentu melalui perbandingan harga dan manfaat. Strategi ini dapat digunakan untuk membuat produk dengan harga lebih tinggi terlihat lebih menarik dibandingkan pilihan lainnya.
5. Apa hubungan decoy effect dengan psikologi konsumen?
Decoy effect berkaitan dengan cara konsumen mengevaluasi pilihan secara relatif. Konsumen tidak selalu menilai sebuah produk berdasarkan manfaatnya secara mutlak, tetapi juga membandingkannya dengan pilihan lain yang tersedia.
6. Apakah decoy effect dapat meningkatkan penjualan?
Decoy effect dapat digunakan untuk mendorong konsumen mempertimbangkan produk dengan harga lebih tinggi. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap bisnis karena efektivitas strategi dipengaruhi oleh harga, perbedaan manfaat, jenis produk, serta cara pilihan tersebut ditampilkan.
7. Apa contoh decoy effect dalam bisnis?
Contohnya adalah bisnis yang menyediakan tiga paket layanan: Basic Rp50.000, Standard Rp90.000, dan Premium Rp95.000. Jika paket Standard memiliki manfaat yang jauh lebih sedikit dibandingkan Premium, Standard dapat berfungsi sebagai decoy yang membuat Premium terlihat lebih menguntungkan.
8. Mengapa konsumen bisa memilih produk yang lebih mahal karena decoy effect?
Karena decoy dapat membuat perbedaan value antara dua pilihan terlihat lebih jelas. Ketika konsumen merasa hanya perlu menambah sedikit uang untuk mendapatkan manfaat yang jauh lebih banyak, produk dengan harga lebih tinggi dapat terlihat sebagai pilihan yang lebih masuk akal.
9. Apa perbedaan decoy effect dan diskon?
Diskon mengurangi harga produk secara langsung, sedangkan decoy effect menggunakan struktur pilihan sebagai alat pembanding. Dalam decoy effect, harga suatu produk tidak harus diturunkan karena daya tariknya dapat meningkat setelah konsumen melihat opsi lain.
10. Apakah decoy effect sama dengan manipulasi konsumen?
Decoy effect merupakan konsep dalam psikologi keputusan yang memanfaatkan cara konsumen membandingkan pilihan. Penggunaannya dalam bisnis perlu mempertimbangkan transparansi harga dan manfaat produk agar konsumen tetap mendapatkan informasi yang jelas sebelum membeli.
11. Bagaimana cara membuat decoy effect untuk produk?
Mulailah dengan menentukan produk yang ingin diprioritaskan, kemudian buat beberapa pilihan dengan perbedaan harga dan manfaat yang jelas. Salah satu pilihan dapat dibuat kurang menarik dibandingkan produk target sehingga konsumen memiliki pembanding yang membuat value produk target lebih mudah terlihat.
12. Apa yang dimaksud dengan decoy product?
Decoy product adalah produk atau pilihan yang ditambahkan untuk menjadi pembanding terhadap produk lain. Biasanya, produk ini memiliki kombinasi harga dan manfaat yang membuatnya terlihat kurang menarik dibandingkan pilihan yang ingin ditonjolkan.
13. Apa contoh decoy pricing?
Contoh decoy pricing adalah tiga paket dengan harga Rp50.000, Rp90.000, dan Rp95.000. Jika paket Rp90.000 memberikan manfaat yang jauh lebih sedikit daripada paket Rp95.000, paket Rp90.000 dapat membuat paket Rp95.000 terlihat lebih bernilai.
14. Apakah decoy effect hanya digunakan untuk produk mahal?
Tidak. Decoy effect dapat diterapkan pada berbagai kategori harga, mulai dari makanan dan minuman, layanan digital, langganan aplikasi, paket jasa, hingga produk retail. Yang paling penting adalah adanya struktur pilihan yang memungkinkan konsumen membandingkan harga dan manfaat.
15. Apa contoh decoy effect pada harga makanan?
Salah satu contohnya adalah menu minuman dengan ukuran small Rp20.000, medium Rp38.000, dan large Rp40.000. Selisih Rp2.000 antara medium dan large dapat membuat ukuran large terlihat memiliki value yang lebih tinggi dibandingkan medium.
16. Bagaimana decoy effect meningkatkan nilai produk di mata konsumen?
Decoy effect tidak secara langsung menambah manfaat produk. Strategi ini mengubah konteks perbandingan sehingga manfaat dan harga produk target dapat terlihat lebih menarik dibandingkan pilihan pembanding.
17. Apa hubungan decoy effect dengan strategi pricing?
Decoy effect dapat menjadi bagian dari strategi pricing karena struktur harga digunakan untuk memengaruhi cara konsumen membandingkan paket atau produk. Harga tidak hanya dilihat secara individual, tetapi juga berdasarkan hubungan antara beberapa pilihan yang tersedia.
18. Apakah decoy effect bisa digunakan dalam bisnis online?
Bisa. Decoy effect dapat diterapkan pada halaman harga website, toko online, aplikasi berlangganan, software, kursus online, maupun layanan digital. Tiga atau lebih pilihan paket dapat ditampilkan dengan perbedaan harga dan fitur yang mudah dibandingkan.
19. Bagaimana cara menerapkan decoy effect pada bisnis kecil?
Bisnis kecil dapat memulainya dengan membuat tiga pilihan paket, misalnya Basic, Standard, dan Premium. Pastikan setiap paket memiliki perbedaan manfaat yang jelas dan gunakan salah satu paket sebagai pembanding agar value paket yang diprioritaskan lebih mudah dipahami pelanggan.
20. Apa kesalahan yang harus dihindari saat menggunakan decoy effect?
Kesalahan yang perlu dihindari adalah membuat perbedaan value terlalu kecil, menetapkan harga secara tidak masuk akal, atau membuat decoy justru lebih menarik daripada produk target. Struktur harga juga sebaiknya tetap mudah dipahami konsumen.
21. Apa contoh decoy effect selain The Economist?
Decoy effect dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti ukuran popcorn di bioskop, paket makanan, paket berlangganan aplikasi, paket gym, layanan software, paket internet, dan berbagai produk yang menawarkan beberapa tingkatan harga.
22. Siapa yang pertama kali memperkenalkan konsep decoy effect?
Konsep decoy effect berkaitan dengan penelitian mengenai asymmetric dominance effect dalam pengambilan keputusan. Salah satu penelitian yang sangat terkenal dilakukan oleh Joel Huber, John Payne, dan Christopher Puto pada 1980-an mengenai bagaimana penambahan opsi tertentu dapat memengaruhi pilihan konsumen.
23. Apa itu asymmetric dominance effect?
Asymmetric dominance effect adalah kondisi ketika sebuah pilihan tambahan yang secara jelas kalah dibandingkan salah satu pilihan lain dapat meningkatkan daya tarik pilihan yang mendominasi tersebut. Konsep inilah yang sering dikaitkan dengan decoy effect.
24. Apakah decoy effect selalu berhasil?
Tidak. Respons konsumen dapat berbeda-beda tergantung pada jenis produk, harga, karakteristik pelanggan, tingkat keterlibatan dalam pembelian, serta bagaimana pilihan ditampilkan. Karena itu, bisnis sebaiknya menguji struktur harga dan melihat data penjualan sebelum menerapkannya secara luas.
25. Bagaimana cara mengukur keberhasilan strategi decoy effect?
Keberhasilannya dapat dianalisis dengan membandingkan beberapa metrik, seperti perubahan conversion rate, rata-rata nilai transaksi, proporsi pelanggan yang memilih paket target, dan total revenue sebelum serta sesudah perubahan struktur pilihan.


