Macaseo.com - Kalau kamu sudah lama menggunakan Windows, pasti pernah mengalami momen menyebalkan saat komputer dinyalakan tapi sistem tidak mau masuk ke desktop. Kondisi ini sering disebut gagal booting. Pada perangkat Android istilahnya bootloop, sementara di Windows biasanya ditandai dengan proses startup yang berhenti di tengah jalan.
Saat masalah ini terjadi, laptop atau PC memang menyala, tetapi Windows tidak berhasil dimuat. Walaupun sudah dicoba restart berulang kali, layar hanya berhenti di tampilan awal tanpa masuk ke sistem seperti biasanya.
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya layar hitam dengan pesan “Windows Failed to Start”. Kadang juga disertai notifikasi tambahan seperti “A recent hardware or software change might be the cause”, yang menunjukkan kemungkinan ada perubahan perangkat keras atau perangkat lunak yang memicu error tersebut, misalnya setelah memasang RAM baru, mengganti hard disk, atau menginstal aplikasi tertentu.
Dalam beberapa kasus, kamu mungkin masih bisa menggerakkan kursor mouse, tetapi tidak dapat melakukan apa pun. Bahkan ada juga kondisi di mana perangkat benar-benar tidak merespons sama sekali.
Meski terlihat serius, kamu tidak perlu panik. Masalah Windows gagal booting seperti ini umumnya masih bisa diperbaiki tanpa harus langsung install ulang. Sebelum mencoba langkah perbaikan, ada baiknya kamu memahami penyebab dan kondisi yang terjadi terlebih dahulu agar solusi yang diterapkan lebih tepat sasaran.
Penyebab Windows Failed to Start
Walaupun pesan error “Windows Failed to Start” lebih sering ditemukan pada Windows 8 atau 8.1, bukan berarti versi lain kebal dari masalah ini. Pengguna Windows 10, Windows 7, bahkan Windows Vista pun tetap berpotensi mengalami kendala serupa saat proses booting berlangsung.
Penyebabnya sendiri cukup beragam. Namun dalam banyak kasus, sumber utama masalah ini berasal dari file BCD (Boot Configuration Data) yang hilang, rusak, atau korup. File ini berperan penting dalam mengatur proses awal saat Windows dijalankan. Jika BCD bermasalah, sistem otomatis gagal memuat Windows dengan normal.
Selain kerusakan BCD, ada beberapa faktor lain yang juga bisa memicu gagalnya proses booting, mulai dari perubahan hardware, kesalahan konfigurasi sistem, hingga gangguan pada file sistem penting. Untuk memahami lebih detail apa saja penyebabnya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
- File BCD hilang atau korup: Secara umum masalah Windows Failed to Start disebabkan oleh file BCD pada perangkat hilang atau rusak. Pasalnya file BCD ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan data pengaturan yang diperlukan saat booting. Jika file tersebut hilang, maka tidak heran jika Windows akan mengalami gagal booting.
- File sistem Windows bermasalah: Ketika sistem pada komputer / laptop bermasalah maka tidak heran jika beberapa komponen di dalamnya juga ikut bermasalah. Adapun beberapa alasan mengapa file sistem menjadi rusak / error, misalnya sistem tidak sengaja termodifikasi atau kesalahan dalam melakukan konfigurasi sistem.
- Kegagalan saat update Windows: Selain itu ada kemungkinan jika masalah ini disebabkan gagalnya update Windows. Hal ini tidak mengherankan, karena hal tersebut bisa menjadi kendala ketika perangkat dinyalakan ulang. Maka dari itu jika kamu melakukan Update Windows, pastikan komputer / laptop dalam keadaan normal. Artinya tidak ada gangguan seperti laptop mendadak mati saat proses update atau koneksi internet yang bermasalah.
- Hard disk usang: Hard disk yang bermasalah atau mengalami kerusakan karena usia pakai yang cukup lama, juga bisa mengakibatkan laptop menampilkan layar hitam. Kendala tersebutlah yang membuat data menjadi tidak terbaca oleh sistem dengan benar.
- Aplikasi pihak ketiga: Apabila kamu ingin menginstall aplikasi pada laptop, maka pastikan bahwa aplikasi tersebut benar-benar aman, tidak bermasalah dan di download dari situs yang terpercaya. Terlebih kamu harus berhati-hati dalam install aplikasi yang berhubungan dengan sistem seperti antivirus, dan sejenisnya.
- dll.
Cara mengatasi Windows Failed to Start
Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi masalah booting di Windows. Salah satu metode yang cukup efektif adalah melakukan perbaikan atau konfigurasi ulang pada file BCD (Boot Configuration Data), karena komponen ini berperan penting dalam proses awal saat sistem dijalankan.
Pada panduan kali ini, langkah-langkah yang dijelaskan menggunakan Windows 10 sebagai contoh. Jadi, jika kamu memakai versi Windows yang lebih lama seperti Windows 7 atau yang lebih baru seperti Windows 11, kemungkinan akan ada sedikit perbedaan tampilan maupun menu. Namun secara umum, alur dan konsep perbaikannya tetap sama, kamu hanya perlu menyesuaikan beberapa langkah sesuai versi yang digunakan.
1. Coba restart komputer / laptop kamu
Solusi paling awal yang bisa kamu lakukan saat laptop atau PC hanya menampilkan layar hitam dengan pesan error adalah melakukan restart paksa. Cara ini memang terbilang sederhana dan sering dianggap sepele, tetapi dalam beberapa kasus cukup efektif untuk mengatasi gangguan booting sementara.
Terkadang sistem hanya mengalami glitch ringan sehingga dengan memulai ulang perangkat secara paksa, Windows bisa kembali berjalan normal seperti biasa. Untuk melakukannya, ada dua metode yang bisa kamu pilih. Silakan gunakan salah satu cara berikut sesuai dengan kondisi perangkat kamu.
- Pertama, saat layar desktop kamu menampilkan layar hitam, silakan kamu tekan CTRL + ALT + DEL pada keyboard secara bersamaan > pilih Restart. Jika opsi tidak bisa dilakukan, coba cara berikutnya.
- Kedua, restart perangkat dengan menekan tombol Power secara paksa dalam beberapa detik hingga laptop mati. Kemudian nyalakan kembali untuk melihat perubahannya.
Perlu dipahami, cara ini hanya bersifat sementara. Memang ada kemungkinan masalah bisa teratasi setelah restart paksa, tetapi jika terlalu sering dilakukan justru berisiko menimbulkan kerusakan pada sistem maupun komponen penyimpanan dalam jangka panjang.
Jika setelah dicoba hasilnya belum juga maksimal atau error kembali muncul, sebaiknya lanjutkan ke metode berikutnya yang lebih aman dan menyeluruh untuk memperbaiki masalah booting tersebut.
2. Coba periksa RAM dan hard disk kamu
Jika kamu memperhatikan penjelasan sebelumnya, salah satu pemicu munculnya pesan Windows Failed to Start memang bisa berasal dari komponen hardware yang bermasalah, terutama RAM dan hard disk. Kedua perangkat ini memiliki peran vital dalam proses membaca dan menjalankan data sistem. Ketika salah satunya mengalami gangguan, file Windows bisa gagal diakses dengan sempurna, yang akhirnya memicu error saat proses booting berlangsung.
Sebagai contoh, RAM yang kotor atau tidak terpasang dengan baik dapat menyebabkan sistem tidak stabil. Begitu juga dengan hard disk yang mulai bad sector atau konektornya longgar, sehingga data penting Windows tidak terbaca secara normal.
Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan pengecekan langsung pada RAM dan hard disk. Namun perlu diingat, metode ini lebih cocok bagi pengguna yang sudah terbiasa membongkar dan memasang komponen laptop atau PC. Jika dilakukan dengan benar, langkah ini bukan hanya membantu mengatasi gagal booting, tetapi juga dapat memperbaiki masalah lain seperti munculnya pesan Windows Automatic Repair secara berulang.
Bersihkan komponen
- Pertama, matikan perangkat terlebih dahulu.
- Jika sudah, lepas komponen RAM, hard disk, hingga baterai.
- Lalu bersihkan komponen tersebut dengan tisu atau kapas halus.
- Setelah itu pasang kembali semua komponen dan nyalakan kembali.
- Selesai.
Cek kesehatan hard disk
CHKDSK d: /r /f
- Pertama, siapkan Flashdisk yang sudah bootable atau CD instalasi Windows.
- Jika sudah, pada halaman “Windows Setup” > pilih Bahasa > klik Next > lalu pilih Opsi Repair your computer.
- Berikutnya klik Troubleshoot > Advanced options > pilih Command Prompt.
- Kemudian ketik perintah di atas > lalu tekan Enter untuk mengeksekusi.
- Tunggu proses beberapa saat.
- Setelah itu Close jendela CMD > lakukan restart kembali.
- Selesai.
Catatan : kata d: merupakan penamaan partisi Local disk perangkat (kamu bisa menggunakan disk lainnya yang ingin dicek). Jika kamu ingin mengetahui fungsi dari perintah di atas, kamu dapat lihat penjelasannya di bawah ini.
| /r | Menemukan bad sector dan mencoba memulihkan informasi apa pun yang dapat dibaca darinya |
| /f | Memperbaiki setiap kesalahan yang ditemukan pada disk |
3. Membangun ulang file BCD
bootrec /fixboot > Enter bootrec /fixmbr > Enter bootrec /scanos > Enter bootrec /rebuildbcd > Enter
File BCD (Boot Configuration Data) adalah komponen penting yang berfungsi menyimpan informasi konfigurasi sistem saat proses startup berlangsung. Jika file ini mengalami kerusakan, terhapus, atau tidak bisa diakses pada partisi aktif (biasanya drive C:), maka Windows berpotensi gagal melakukan booting.
Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya kode error 0xc000000f disertai pesan “The Boot Configuration Data for your PC is missing”. Pesan tersebut menunjukkan bahwa sistem tidak dapat menemukan atau membaca data konfigurasi boot yang dibutuhkan.
Namun kamu tidak perlu panik. Masalah ini bisa diatasi dengan membuat ulang (rebuild) file BCD melalui Command Prompt. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk memperbaikinya:
- Pertama, di halaman Advanced Options > pilih Command Prompt.
- Selanjutnya ketik semua perintah di atas secara berurutan dan diikuti dengan menekan tombol Enter.
- Jika sudah menjalankan semua perintah > ketik ext untuk keluar CMD » lalukan restart perangkat
- Selesai.
Kalau kamu penasaran dengan kegunaan masing-masing perintah yang telah disebutkan sebelumnya, silakan simak penjelasan detailnya pada tabel berikut. Di sana kamu bisa melihat fungsi setiap perintah secara lebih jelas dan terstruktur.
| Perintah | Keterangan |
|---|---|
| /fixmbr | Untuk memperbaiki masalah kerusakan pada Master Boot Record (MBR) |
| /fixboot | Untuk perbaiki boot setor yang bermasalah |
| /scanos | Memindai semua disk untuk instalasi yang kompatibel dengan sistem operasi |
| /rebuildbcd | Membangun ulang tempat penyimpanan file BCD (Boot Configuration Data) |
4. Perbaiki dengan perintah SFC dan DISM Tool
Bukan hanya file BCD yang bisa menjadi penyebab munculnya pesan Windows Failed to Start. File sistem Windows yang rusak atau korup juga kerap menjadi biang keladinya. Ketika hal ini terjadi, sistem tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya karena ada komponen penting yang bermasalah.
Untuk mengatasinya, kamu dapat memanfaatkan System File Checker (SFC) dan DISM Tool melalui Command Prompt (CMD). Kedua perintah ini dirancang untuk memindai sistem secara menyeluruh sekaligus memperbaiki file yang rusak secara otomatis, sehingga Windows bisa kembali berjalan normal.
Khusus bagi pengguna Windows 10, 8.1, atau 8, sebaiknya jalankan perintah DISM terlebih dahulu. Alasannya, DISM akan menyiapkan dan memperbaiki file sumber yang dibutuhkan sebelum proses perbaikan lanjutan dilakukan. Sementara itu, bagi pengguna Windows 7 atau Windows Vista, kamu bisa langsung menggunakan perintah SFC tanpa perlu menjalankan DISM terlebih dahulu.
Jalankan perintah DISM Tool
DISM /Online /Cleanup-image /Restorehealth
- Pertama, silakan kamu buka jendela Command Prompt seperti cara sebelumnya.
- Jika sudah, ketik perintah di atas » tekan Enter.
- Tunggu prosesnya beberapa saat.
- Selesai.
Jalankan perintah SFC
sfc /scannow
- Setelah kamu menjalankan perintah DISM Tool, silakan ketik perintah DISM di atas > tekan Enter.
- Tunggu prosesnya hingga 100%.
- Selesai.
Catatan : lamanya proses tergantung dari kapasitas penyimpanan dan spesifikasi komputer / laptop kamu.
5. Jalankan System Restore
System Restore adalah fitur bawaan Windows yang cukup sering diandalkan saat komputer atau laptop mengalami masalah tak terduga. Fungsinya memungkinkan sistem kembali ke kondisi sebelumnya, tepat pada titik waktu yang sudah ditentukan (restore point), sehingga perubahan yang menyebabkan error bisa dibatalkan.
Namun sebelum menjalankannya, pastikan kamu sudah pernah membuat restore point atau setidaknya melakukan backup data penting. Jika sebelumnya kamu belum memiliki restore point, maka metode ini tidak dapat digunakan dan bisa kamu lewati.
Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk menjalankan System Restore:
- Pertama, tepat di halaman Advanced options > pilih opsi System Restore.
- Tunggu beberapa saat hingga sistem memuat semua restore poin pada perangkat.
- Jika sudah, klik Restore Point yang ingin digunakan > klik Next.
- Setelah itu, ikuti instruksi yang diberikan > lakukan restart.
- Selesai.
6. Jalankan Startup Repair
Selain metode sebelumnya, kamu juga dapat mencoba memperbaiki error Windows Failed to Start melalui fitur Startup Repair. Fitur ini menjadi salah satu solusi andalan untuk mengatasi berbagai masalah yang membuat Windows gagal melakukan booting.
Startup Repair bekerja dengan cara memindai sistem secara otomatis untuk mendeteksi file atau konfigurasi yang bermasalah, lalu memperbaikinya tanpa perlu pengaturan manual yang rumit. Jadi, opsi ini cukup praktis bagi pengguna yang ingin solusi cepat dan sederhana.
Berikut ini tahapan yang bisa kamu ikuti untuk menjalankan Startup Repair:
- Pertama, masuk ke dalam Advanced Options seperti di atas > pilih Startup Repair.
- Jika sudah, tunggu proses sistem melakukan pemindaian dan perbaikan beberapa saat.
- Setelah itu ikuti instruksi yang diberikan > kemudian restart.
- Selesai.
7. Jalankan opsi Last Known Good Configuration
Serupa dengan metode sebelumnya, opsi Last Known Good Configuration juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi error Windows Failed to Start, terutama jika penyebabnya berasal dari driver atau aplikasi yang bermasalah.
Fitur ini bekerja dengan memulihkan sistem ke konfigurasi terakhir yang masih berjalan normal. Dengan kata lain, Windows akan menggunakan data registry dan pengaturan sistem terakhir saat komputer berhasil melakukan booting tanpa kendala. Cara ini cukup efektif untuk mengembalikan stabilitas sistem tanpa harus melakukan instal ulang.
- Pertama, nyalakan komputer / laptop terlebih dahulu.
- Tunggu sampai logo brand laptop muncul.
- Jika sudah menghilang, silakan tekan F8 berulang kali. Ada juga beberapa laptop yang menggunakan tombol kombinasi Fn + F8.
- Kemudian layar Black screen akan muncul dengan keterangan “Advanced Boot Options”.
- Selanjutnya arahkan dan pilih opsi Last Known Good Configuration (advanced) > tekan Enter.
- Ikuti instruksi yang diberikan sistem.
- Selesai.
8. Install ulang Windows
Jika seluruh cara sebelumnya belum juga berhasil mengatasi masalah gagal booting, maka langkah terakhir yang bisa kamu tempuh adalah melakukan instal ulang Windows. Metode ini kerap menjadi solusi pamungkas karena dinilai paling efektif untuk mengatasi berbagai kerusakan sistem yang sudah cukup parah.
Perlu diingat, proses instal ulang akan menghapus seluruh data yang tersimpan di dalam sistem. Artinya, sistem operasi lama akan digantikan dengan versi yang baru dan bersih. Karena itu, sangat penting untuk melakukan backup data penting terlebih dahulu sebelum memulai proses ini.
Pada umumnya, kasus Windows gagal booting memang disebabkan oleh kerusakan pada sistem. Meski terlihat serius, bukan berarti masalah ini tidak bisa diperbaiki. Masih ada berbagai langkah perbaikan yang dapat kamu coba, seperti metode-metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain gangguan sistem, penyebab lain seperti kerusakan hardware atau proses update Windows yang tidak berjalan sempurna juga bisa memicu munculnya pesan Windows Failed to Start pada komputer atau laptop kamu.
FAQ
1. Apa itu BKSOD?
Black screen of Death merupakan sebuah kondisi di mana layar desktop kamu hanya menampilkan layar hitam saat akan masuk Windows.
2. Mengapa komputer tidak bisa masuk Windows?
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan komputer tidak bisa masuk Windows, namun kendala ini sering kali ditimbulkan oleh file sistem yang rusak, di mana hal tersebut diakibatkan karena kegagalan saat update Windows. Selain itu hard disk yang rusak dan serangan virus juga dapat mempengaruhi kinerja sistem yang mengakibatkan gagal booting.
3. Apakah ada cara untuk mempercepat booting Windows?
Tentu saja ada, salah satu cara paling praktis untuk dilakukan adalah dengan meng-upgrade storage HDD menjadi SSD serta melakukan beberapa konfigurasi pada sistem.
4. Bagaimana cara memperbaiki Black Screen Windows?
Ada banyak sekali solusi yang dapat kamu lakukan, salah satunya adalah menggunakan sistem restore, melakukan repair komputer hingga install ulang Windows.





