Macaseo.com - Menjalankan usaha kecil di tengah perkembangan teknologi memberikan peluang yang semakin besar bagi pelaku UMKM. Konsumen kini dapat menemukan produk, membandingkan harga, membaca ulasan, hingga melakukan pembelian hanya melalui perangkat digital. Perubahan kebiasaan tersebut membuat internet menjadi salah satu kanal penting untuk memperkenalkan dan mengembangkan bisnis.
Namun, memiliki produk yang bagus saja belum cukup.
Pengusaha UMKM juga perlu mempunyai kemampuan untuk mengelola bisnis, memahami pelanggan, memanfaatkan teknologi, serta mengambil keputusan berdasarkan kondisi usaha. Semakin banyak aktivitas bisnis berpindah ke ruang digital, semakin penting pula keterampilan tersebut untuk dikuasai.
Lantas, apa saja skill yang harus dimiliki pengusaha UMKM di era digital?
Secara umum, ada tujuh kemampuan yang dapat menjadi fondasi penting, yaitu kepemimpinan, manajemen bisnis, literasi digital, digital marketing, literasi keuangan, storytelling, serta kreativitas dan kemampuan beradaptasi.
Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Saja Skill yang Harus Dimiliki Pengusaha UMKM?
Sebelum membahasnya satu per satu, berikut gambaran singkat tujuh skill yang penting bagi pengusaha UMKM:
| Skill | Manfaat Utama |
|---|---|
| Kepemimpinan | Mengarahkan usaha dan membangun tim |
| Manajemen bisnis | Mengatur operasional dan mengambil keputusan |
| Literasi digital | Memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan bisnis |
| Digital marketing | Menjangkau dan mendapatkan pelanggan |
| Literasi keuangan | Menjaga kondisi keuangan usaha |
| Storytelling | Membangun hubungan dengan konsumen |
| Kreativitas & adaptasi | Menghadapi perubahan dan persaingan |
Tidak berarti seorang pengusaha harus langsung mahir dalam seluruh kemampuan tersebut. Yang lebih penting adalah memahami fungsi setiap skill dan mengembangkannya sesuai kebutuhan bisnis.
1. Kepemimpinan untuk Mengarahkan Bisnis
Kepemimpinan sering kali identik dengan kemampuan mengatur karyawan. Padahal, bagi pengusaha UMKM, maknanya jauh lebih luas.
Pemilik usaha perlu mampu menentukan arah bisnis, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta membangun komunikasi yang baik dengan orang-orang yang terlibat dalam usaha.
Ketika bisnis mulai berkembang, kemampuan leadership menjadi semakin penting. Pengusaha mungkin tidak lagi mengerjakan seluruh pekerjaan seorang diri. Ada karyawan, pemasok, reseller, partner, atau pihak lain yang ikut mendukung operasional.
Beberapa kemampuan kepemimpinan yang perlu dikembangkan antara lain:
- Menentukan tujuan bisnis secara jelas.
- Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi usaha.
- Mendelegasikan pekerjaan.
- Membangun komunikasi dengan tim.
- Memberikan arahan dan motivasi.
- Menciptakan lingkungan kerja yang positif.
Pemimpin yang baik bukan hanya memberikan instruksi, tetapi juga mampu membuat orang lain memahami tujuan yang ingin dicapai bersama.
2. Memahami Dasar-Dasar Manajemen Bisnis
Salah satu kesalahan yang dapat terjadi pada pengusaha pemula adalah terlalu fokus pada penjualan tanpa memahami bagaimana bisnis tersebut sebenarnya berjalan.
Omzet meningkat memang merupakan hal positif, tetapi pengusaha tetap perlu mengetahui biaya operasional, margin keuntungan, kebutuhan modal, strategi harga, hingga kondisi pasar.
Karena itu, kemampuan mengelola bisnis merupakan salah satu skill utama yang harus dimiliki pengusaha UMKM.
Beberapa aspek dasar yang perlu dipahami meliputi:
- Menentukan model bisnis.
- Menghitung biaya operasional.
- Menentukan harga jual.
- Mengatur persediaan.
- Mengelola pemasok.
- Menyusun strategi pemasaran.
- Mengevaluasi hasil penjualan.
- Mengidentifikasi peluang dan risiko.
Contohnya, sebuah produk mungkin memiliki penjualan tinggi tetapi keuntungan yang diperoleh sangat kecil karena biaya produksi dan promosi terlalu besar.
Tanpa pemahaman manajemen bisnis, kondisi seperti ini bisa sulit diketahui.
Sebaliknya, dengan pengelolaan yang baik, pengusaha dapat melihat bagian mana yang perlu diperbaiki dan menentukan prioritas pengembangan usaha dengan lebih rasional.
3. Literasi Digital (Tidak Sekadar Bisa Menggunakan Gadget)
Teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas UMKM modern. Namun, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan smartphone atau komputer.
Pengusaha perlu memahami bagaimana teknologi dapat membantu menyelesaikan kebutuhan bisnis.
Misalnya, teknologi dapat digunakan untuk:
- Menjual produk melalui marketplace.
- Berkomunikasi dengan pelanggan.
- Mengelola katalog produk.
- Membuat konten promosi.
- Mencatat transaksi.
- Mengelola pekerjaan.
- Memantau performa pemasaran.
- Mencari informasi mengenai pasar dan kompetitor.
Pemilihan platform juga perlu disesuaikan dengan karakter konsumen.
Tidak semua bisnis harus hadir di seluruh media sosial atau marketplace. Jika sebagian besar pelanggan aktif menggunakan platform tertentu, pengusaha dapat memprioritaskan kanal tersebut daripada menghabiskan waktu mengelola terlalu banyak platform sekaligus.
Bagaimana dengan AI untuk UMKM?
Perkembangan kecerdasan buatan juga membuka peluang baru bagi bisnis kecil. AI dapat membantu berbagai pekerjaan seperti mencari ide konten, membuat rancangan tulisan, menganalisis informasi, atau membantu pekerjaan administratif.
Namun, pengusaha tetap perlu melakukan pengecekan terhadap hasil AI. Teknologi sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan menggantikan penilaian dan pengalaman manusia.
Kemampuan memilih teknologi yang benar-benar memberikan manfaat justru menjadi bagian penting dari literasi digital.
4. Digital Marketing untuk Mendapatkan Pelanggan
Memiliki produk berkualitas tidak otomatis membuat konsumen datang.
Produk perlu ditemukan, dikenal, dan dipertimbangkan oleh calon pelanggan. Di sinilah kemampuan digital marketing menjadi penting bagi pengusaha UMKM.
Digital marketing memungkinkan bisnis memanfaatkan berbagai kanal online untuk berkomunikasi dengan pasar. Bentuknya dapat berupa media sosial, website, mesin pencari, marketplace, konten, maupun iklan digital.
Beberapa kemampuan yang dapat dipelajari pengusaha antara lain:
Content Marketing
Konten dapat digunakan untuk memberikan informasi sekaligus membangun kepercayaan terhadap bisnis.
Konten tidak harus selalu berupa promosi langsung. Pengusaha dapat membuat konten edukasi, tips, demonstrasi penggunaan produk, cerita di balik bisnis, atau jawaban atas masalah yang sering dialami pelanggan.
Copywriting
Cara menyampaikan pesan juga memengaruhi respons konsumen.
Judul produk, deskripsi, caption, dan materi promosi perlu dibuat dengan bahasa yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
SEO Dasar
Bagi UMKM yang memiliki website atau blog, pemahaman SEO dapat membantu konten lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
Pengusaha tidak harus menjadi ahli SEO. Namun, memahami keyword, search intent, struktur artikel, judul, dan kebutuhan pengguna dapat menjadi bekal yang berguna.
Analisis Data
Digital marketing memiliki kelebihan karena hasil aktivitasnya dapat diukur.
Pengusaha dapat mempelajari konten mana yang mendapatkan respons terbaik, dari mana pelanggan datang, serta strategi mana yang menghasilkan penjualan.
Dengan demikian, keputusan pemasaran tidak hanya berdasarkan perkiraan.
5. Literasi Keuangan agar Bisnis Tidak Sekadar Ramai
Banyak orang menganggap bisnis sukses ketika penjualannya terlihat ramai. Padahal, ramainya transaksi belum tentu berarti bisnis menghasilkan keuntungan yang sehat.
Karena itu, literasi keuangan menjadi skill penting bagi setiap pengusaha UMKM.
Pengusaha setidaknya perlu memahami:
- Pendapatan.
- Pengeluaran.
- Modal.
- Biaya produksi.
- Harga pokok.
- Margin keuntungan.
- Arus kas.
- Anggaran usaha.
Salah satu kebiasaan yang perlu diterapkan adalah memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis.
Dengan pencatatan yang lebih teratur, pemilik usaha dapat mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya memiliki perputaran uang yang tinggi.
Mengapa arus kas penting?
Sebuah usaha bisa saja mencatat penjualan yang baik, tetapi tetap mengalami kesulitan jika uang masuk dan keluar tidak dikelola dengan benar.
Karena itu, pengusaha perlu mengetahui kapan harus membayar pemasok, kapan menerima pembayaran pelanggan, serta berapa dana yang diperlukan untuk menjalankan operasional.
Pemahaman keuangan akan membantu pengusaha mengambil keputusan dengan lebih hati-hati ketika ingin menambah stok, membeli peralatan, melakukan promosi, atau memperluas usaha.
6. Storytelling untuk Membuat Brand Lebih Mudah Diingat
Ketika banyak bisnis menjual produk yang serupa, harga bukan satu-satunya faktor yang membuat konsumen tertarik.
Cerita di balik sebuah bisnis dapat menjadi pembeda.
Storytelling merupakan kemampuan menyampaikan cerita secara menarik dan relevan sehingga konsumen dapat memahami nilai yang dibawa sebuah brand.
Misalnya, pengusaha dapat menceritakan:
- Mengapa bisnis tersebut didirikan.
- Masalah apa yang ingin diselesaikan.
- Bagaimana sebuah produk dibuat.
- Siapa orang-orang di balik bisnis.
- Apa yang membuat produk berbeda.
- Bagaimana produk membantu pelanggan.
Cerita yang autentik dapat membuat komunikasi brand terasa lebih manusiawi.
Pengusaha dapat menggunakan storytelling melalui media sosial, website, blog, video, deskripsi produk, maupun berbagai bentuk konten lainnya.
Yang perlu diingat, storytelling bukan berarti membuat cerita yang berlebihan. Justru cerita yang sederhana, relevan, dan sesuai kenyataan sering kali lebih mudah dipercaya.
7. Kreativitas dan Kemampuan Beradaptasi
Pasar terus berubah. Tren konsumen berubah, teknologi berkembang, kompetitor bermunculan, dan cara orang membeli produk juga dapat berubah.
Karena itu, pengusaha UMKM membutuhkan kreativitas sekaligus kemampuan beradaptasi.
Kreativitas tidak selalu berarti menciptakan produk yang sepenuhnya baru. Pengusaha juga dapat menerapkannya dalam:
- Kemasan produk.
- Pelayanan pelanggan.
- Strategi promosi.
- Konten media sosial.
- Sistem pemesanan.
- Program loyalitas.
- Cara menyelesaikan masalah pelanggan.
Sementara itu, kemampuan beradaptasi membantu pengusaha merespons perubahan dengan lebih cepat.
Misalnya, ketika kebiasaan pelanggan berpindah dari pembelian offline ke online, pengusaha perlu mengevaluasi kembali cara menjual produknya.
Begitu juga ketika sebuah platform digital tidak lagi memberikan hasil yang baik. Daripada terus menggunakan strategi yang sama, pengusaha perlu mengevaluasi data dan mencoba pendekatan baru.
Bisnis yang mampu belajar dan beradaptasi memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam lingkungan yang terus berubah.
Skill Apa yang Sebaiknya Dipelajari Pengusaha UMKM Terlebih Dahulu?
Tidak semua pengusaha memiliki waktu dan sumber daya untuk mempelajari tujuh skill sekaligus.
Jika Anda baru memulai bisnis, prioritaskan kemampuan berdasarkan kebutuhan.
Tahap pertama (Kuasai fondasi bisnis)
Mulailah dari:
- Manajemen bisnis.
- Literasi keuangan.
Dua kemampuan ini membantu Anda memahami bagaimana bisnis menghasilkan uang dan bagaimana operasionalnya harus dikelola.
Tahap kedua (Pelajari cara mendapatkan pelanggan)
Setelah fondasi mulai terbentuk, fokus pada:
- Digital marketing.
- Literasi digital.
Keduanya dapat membantu bisnis menjangkau konsumen dan memanfaatkan kanal digital secara lebih efektif.
Tahap ketiga (Bangun brand dan kembangkan usaha)
Selanjutnya, perkuat:
- Storytelling.
- Kreativitas.
- Kepemimpinan.
Kemampuan tersebut semakin penting ketika bisnis mulai memiliki pelanggan tetap, tim, serta target pertumbuhan yang lebih besar.
Urutan tersebut bukan aturan mutlak. Setiap UMKM memiliki kondisi yang berbeda sehingga prioritas belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengembangkan Skill Bisnis
Mempelajari banyak hal tidak selalu berarti bisnis akan langsung berkembang. Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Terlalu Banyak Belajar tetapi Tidak Mempraktikkan
Mengikuti banyak kursus atau membaca banyak artikel tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak diterapkan.
Lebih baik memilih satu kemampuan yang paling dibutuhkan kemudian langsung menggunakannya dalam bisnis.
Mengikuti Semua Tren Digital
Tidak semua tren cocok untuk setiap usaha.
Pengusaha perlu mempertimbangkan karakter pelanggan, jenis produk, biaya, dan kemampuan tim sebelum mengikuti tren tertentu.
Mengabaikan Keuangan
Pemasaran memang penting, tetapi keputusan pemasaran harus tetap mempertimbangkan kondisi keuangan.
Jangan sampai biaya promosi justru membuat arus kas bisnis terganggu.
Menganggap AI sebagai Pengganti Pengusaha
AI dapat membantu pekerjaan, tetapi keputusan bisnis tetap membutuhkan pemahaman terhadap pelanggan, produk, pasar, dan kondisi usaha.
Gunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan proses berpikir.
Menjadi pengusaha UMKM di era digital bukan hanya tentang memiliki produk dan menjualnya kepada pelanggan. Perubahan teknologi dan perilaku konsumen membuat pemilik bisnis perlu terus meningkatkan kemampuan.
Tujuh skill yang penting untuk dikembangkan adalah kepemimpinan, manajemen bisnis, literasi digital, digital marketing, literasi keuangan, storytelling, serta kreativitas dan kemampuan beradaptasi.
Tidak perlu menguasai semuanya dalam satu waktu. Mulailah dari kemampuan yang paling berpengaruh terhadap kondisi bisnis saat ini, praktikkan secara konsisten, kemudian lanjutkan dengan skill lainnya.
Pada akhirnya, keunggulan pengusaha UMKM bukan hanya terletak pada kemampuan mengikuti teknologi, tetapi juga pada kemampuan belajar, mengambil keputusan, memahami pelanggan, dan beradaptasi ketika kondisi pasar berubah.
FAQ
1. Apa skill yang harus dimiliki pengusaha UMKM?
Beberapa skill penting meliputi kepemimpinan, manajemen bisnis, literasi digital, digital marketing, literasi keuangan, storytelling, serta kreativitas dan kemampuan beradaptasi.
2. Skill apa yang paling penting bagi pengusaha pemula?
Pengusaha pemula sebaiknya terlebih dahulu memahami dasar manajemen bisnis dan literasi keuangan. Setelah fondasi tersebut cukup kuat, kemampuan pemasaran dan digital dapat dikembangkan.
3. Apakah pengusaha UMKM harus mahir teknologi?
Tidak harus menjadi ahli teknologi. Yang lebih penting adalah mampu menggunakan teknologi yang relevan untuk membantu operasional, pemasaran, komunikasi, dan pengelolaan bisnis.
4. Apakah digital marketing wajib bagi UMKM?
Digital marketing sangat bermanfaat untuk UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar melalui internet. Namun, jenis kanal dan strategi yang digunakan harus disesuaikan dengan karakter target pelanggan.
5. Mengapa literasi keuangan penting untuk UMKM?
Literasi keuangan membantu pengusaha memahami pemasukan, pengeluaran, keuntungan, arus kas, dan kebutuhan modal sehingga keputusan bisnis dapat dibuat dengan lebih terukur.


