Macaseo.com - Tidak sedikit orang yang tiba-tiba harus menghadapi situasi kehilangan pekerjaan atau sumber penghasilan. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan rasa cemas, terutama saat harus memikirkan cara mendapatkan pemasukan baru dalam waktu yang tidak pasti.
Di tengah kondisi tersebut, banyak orang mulai melirik peluang bisnis yang lebih fleksibel, salah satunya dropship. Model bisnis ini cukup populer karena mudah dijalankan, bahkan oleh pemula.
Tanpa perlu menyimpan stok barang, dropship menjadi solusi praktis yang tetap berpotensi menghasilkan cuan jika dijalankan dengan strategi yang tepat.
Dropshiper Adalah
Di awal, konsep dropship memang sering bikin bingung, terutama buat yang baru pertama kali dengar. Meski banyak yang bilang bisnis ini lagi populer, nggak semua orang langsung paham cara kerjanya.
Sederhananya, dropshipper adalah pihak yang menjadi perantara antara pembeli dan supplier. Sedangkan dropshipping adalah sistem atau proses penjualannya. Dengan model ini, seseorang bisa menjual produk tanpa harus menyimpan stok sendiri, karena semua pengiriman langsung ditangani oleh supplier.
Kalau dianalogikan, konsepnya mirip seperti distribusi barang, di mana ada pihak yang menghubungkan produk dari sumbernya hingga sampai ke tangan konsumen.
Cara Kerja Dropshiper
Banyak orang awalnya bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa jualan tanpa punya stok barang? Selama ini, anggapan umum memang begitu yakni kalau mau berjualan, harus punya produk sendiri. Tapi ternyata, konsep itu tidak selalu berlaku.
Dalam sistem dropship, seseorang tetap bisa berjualan meski tanpa menyimpan barang. Cara kerjanya pun cukup sederhana. Misalnya, seseorang memiliki toko online lalu menampilkan produk dari supplier tertentu. Ketika ada pembeli yang tertarik, mereka akan melakukan pemesanan dan membayar sesuai harga yang sudah ditentukan, termasuk margin keuntungan dan ongkos kirim.
Setelah itu, pesanan tersebut diteruskan ke supplier. Pihak supplier yang akan mengemas dan mengirimkan barang langsung ke pembeli, biasanya dengan nama toko si penjual. Dengan cara ini, penjual tetap bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus repot mengelola stok atau proses pengiriman.
Cara Menjadi Dropshiper Bagi Pemula
Itulah alasan mengapa bisnis dropship tetap bisa menghasilkan keuntungan meski tanpa perlu memiliki atau menyimpan stok barang sendiri. Dengan sistem yang praktis, peluang untuk mendapatkan cuan tetap terbuka lebar, bahkan bagi pemula sekalipun.
Lalu, bagaimana cara memulai bisnis dropship bagi pemula? Berikut beberapa langkah yang bisa diikuti.
1. Pilih Produk untuk Kita Jual
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menentukan produk yang ingin dijual. Walaupun tidak perlu menyimpan stok, tetap penting untuk fokus pada jenis produk tertentu agar promosi lebih terarah. Akan lebih baik jika memilih produk yang memang memiliki permintaan tinggi, sehingga peluang terjadinya penjualan juga semakin besar.
Selain itu, faktor ongkos kirim juga sangat berpengaruh terhadap keputusan pembeli. Umumnya, konsumen cenderung memilih produk dengan biaya pengiriman yang terjangkau. Karena itu, sebaiknya pilih supplier yang menawarkan ongkir ringan agar produk lebih kompetitif di pasaran.
2. Analisa Kompetitor
Memang, bagi sebagian orang bisnis ini masih terasa baru. Namun di luar sana, sudah banyak yang lebih dulu terjun dan menjalankannya. Artinya, persaingan itu nyata dan perlu disikapi dengan strategi yang tepat.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menganalisis kompetitor, terutama mereka yang menjual produk di niche yang sama. Dari situ, kita bisa belajar banyak hal, mulai dari cara promosi hingga strategi penjualan.
Terapkan prinsip ATM yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi. Tapi bukan sekadar menyalin mentah-mentah. Justru yang penting adalah bagaimana kita mengembangkan ide tersebut menjadi versi yang lebih unik dan sesuai dengan gaya kita sendiri.
3. Cari Supplier yang Terpercaya
Dalam memilih supplier untuk produk yang akan dijual, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan agar bisnis bisa berjalan lebih lancar. Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:
- Waktu supplier tersebut beroperasi. Semakin lama maka akan semakin baik.
- Urusan transaksi, mulai dari harga produk, sistem pembayaran, sistem refund sampai tahap pengiriman seperti apa.
- Bagaimana review dari komsumen.
- Seberapa banyak produk yang telah mereka jual. Biasanya kita akan lebih percaya pada supplier yang penjualannya sudah banyak.
- Detail produk dan lain-lain.
Menentukan supplier yang tepat bisa dilakukan dengan menilai sendiri kredibilitas dan kualitasnya. Saat ini, proses tersebut juga semakin mudah karena sudah banyak platform yang menghubungkan dropshipper dengan supplier.
Cukup dengan mendaftar di platform tersebut, kita bisa langsung mengakses berbagai produk dari supplier yang telah bekerja sama. Setelah itu, tinggal pilih produk yang sesuai dan mulai mempromosikannya melalui toko atau media yang dimiliki.
4. Bangun Toko Online Kita Sendiri
Setelah menentukan produk yang akan dijual dan menemukan supplier yang tepat, langkah berikutnya adalah membangun toko online. Tujuannya agar produk bisa ditampilkan dengan rapi dan mudah dilihat oleh calon pembeli.
Pastikan setiap produk dilengkapi dengan deskripsi yang jelas dan menarik. Jika berjualan lewat media sosial, gunakan copywriting yang mampu menggugah minat. Sementara jika melalui marketplace, susun katalog produk dengan informasi yang lengkap dan mudah dipahami.
Jika memiliki anggaran lebih, membuat website toko online juga bisa menjadi pilihan. Lengkapi dengan navigasi yang sederhana dan jelas, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka cari.
5. Atur Sistem Pembayaran yang Ingin Kita Pakai
Langkah berikutnya dalam memulai bisnis dropship adalah memastikan sistem pembayaran yang digunakan aman dan praktis bagi pembeli. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah menggunakan layanan payment gateway agar transaksi lebih terpercaya dan profesional.
Namun, jika ingin cara yang lebih simpel, membuka toko melalui platform e-commerce bisa jadi pilihan tepat. Pasalnya, sistem pembayaran biasanya sudah tersedia dan terintegrasi, sehingga memudahkan proses transaksi tanpa perlu pengaturan tambahan.
6. Promosikan Produk
Jika semua persiapan sudah beres, saatnya mulai memasarkan produk yang ingin dijual. Promosi bisa dimulai dari media sosial dengan mengunggah konten produk di berbagai platform seperti Facebook, Twitter, dan lainnya. Selain itu, produk juga bisa ditampilkan di toko online yang ada di e-commerce, lalu membagikan link toko tersebut ke media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang.
Yang tak kalah penting, pastikan target market yang dibidik sesuai dengan audiens yang dimiliki di media sosial. Dengan begitu, peluang produk dilihat dan dibeli oleh calon konsumen akan jauh lebih besar.
Pemula juga Bisa Cuan dengan Menjadi Dropshiper
Pada dasarnya, memulai bisnis dropship tidaklah serumit yang dibayangkan. Bahkan, pemula sekalipun punya peluang untuk mendapatkan keuntungan dari model bisnis ini.
Kuncinya ada pada konsistensi dalam promosi serta rutin melakukan evaluasi terhadap strategi yang dijalankan. Dengan dua hal tersebut, peluang untuk meraih hasil yang diharapkan akan semakin terbuka.

