Macaseo.com - Menghasilkan pemasukan tambahan sebagai affiliate marketer sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Siapa pun bisa mempelajarinya dengan cara yang sederhana dan bertahap.
Sekarang ini, sumber belajar juga sangat melimpah yakni mulai dari video tutorial, artikel online, hingga buku panduan yang bisa diakses kapan saja. Bahkan, kita bisa menyimpan berbagai konten pembelajaran dari media sosial untuk dipelajari ulang sesuai kebutuhan.
Salah satu pengalaman yang akan Admin bagikan ini mungkin bisa menjadi gambaran nyata. Walaupun penghasilan Admin dari affiliate marketing belum sebesar para pelaku lain, perjalanan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga yang bisa dijadikan inspirasi.
Pengertian Affiliate Marketing
Affiliate marketing merupakan salah satu metode pemasaran produk yakni baik berupa barang maupun jasa dengan memanfaatkan link khusus sebagai media promosi. Setiap kali seseorang melakukan pembelian melalui link tersebut, pihak yang membagikannya (afiliasi) akan memperoleh komisi.
Secara umum, sistem pemasaran afiliasi ini melibatkan tiga pihak utama, yaitu:
- Pedagang (merchant) yang memiliki produk atau layanan.
- Afiliasi atau tim yang memasarkan produk atau layanan melalui link rujukan.
- Pelanggan yang membeli produk atau layanan melalui link rujukan.
Seorang afiliasi dapat memperoleh komisi melalui berbagai skema, tergantung pada perjanjian yang dibuat dengan pihak penjual. Hal ini mencakup metode perhitungan hingga besaran komisi yang nantinya diterima.
Belajar Affiliate Marketing
Walaupun sekilas tampak sederhana, pada praktiknya kita tidak bisa langsung memperoleh komisi hanya dengan mendaftar dan mulai membagikan link afiliasi.
Cerita akan berbeda jika kita seorang artis atau selebgram yang sudah memiliki banyak pengikut. Apa pun yang mereka gunakan cenderung mudah menjadi tren, sehingga audiens lebih cepat tertarik dan melakukan pembelian melalui link yang dibagikan.
Bagi pemula, dibutuhkan proses belajar yang serius dalam memahami affiliate marketing. Selain itu, konsistensi dalam membagikan link dengan strategi yang tepat juga sangat penting. Untuk memulainya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan berikut ini:
1. Pilih dan Daftar ke Program Affiliate Marketing
Ada banyak pilihan program affiliate marketing yang bisa kita coba, seperti Shopee, Tokopedia, layanan web hosting, TikTok, dan masih banyak lagi. Kita hanya perlu memilih salah satu yang paling sesuai, lalu mendaftar untuk mulai menjalankannya.
Setiap platform tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk pengalaman pribadi, saya sendiri sudah bergabung sebagai affiliate di Shopee dan Tokopedia.
2. Pahami Ketentuan dan Syarat yang Berlaku
Beberapa kali Admin mendengar kisah dari teman yang akunnya dihentikan sebagai afiliasi. Menurut Admin, hal seperti itu biasanya terjadi karena ada alasan tertentu, meskipun mereka merasa tidak melakukan pelanggaran.
Setiap program affiliate memiliki aturan dan ketentuan yang wajib dipahami serta dipatuhi. Termasuk jenis konten seperti apa yang diperbolehkan untuk dipromosikan agar tetap memenuhi syarat mendapatkan komisi.
Kurang lebih sama seperti bekerja di sebuah perusahaan, di mana ada regulasi yang mengikat setiap karyawan. Selama kita mengikuti aturan yang berlaku, aktivitas sebagai afiliasi pun bisa dijalankan dengan aman dan nyaman.
3. Pelajari Jenis Komisi Affiliate
Agar semakin termotivasi, tidak ada salahnya kita memahami terlebih dahulu jenis komisi dari program affiliate yang diikuti. Dari yang Admin ketahui, terdapat beberapa model affiliate marketing yang dibedakan berdasarkan sistem komisinya, yaitu:
- PPS (pay per sale) adalah komisi yang akan kita terima setiap ada penjualan produk dari link rujukan.
- Komisi berdasarkan jumlah klik.
- PPL (pay per lead) adalah komisi yang akan kita terima setiap ada tindakan dari pengunjung.
Berdasarkan pengalaman Admin, Shopee memberikan komisi dari setiap transaksi yang berhasil terjadi melalui link afiliasi. Besarannya biasanya mulai dari sekitar 1% dari harga produk, sementara batas maksimalnya ditentukan oleh masing-masing penjual.
Sementara itu, di Tokopedia tidak hanya ada komisi dari penjualan, tetapi juga tambahan komisi berdasarkan jumlah klik, tentunya klik yang dianggap valid oleh pihak platform.
Selain beberapa skema komisi tersebut, sebenarnya masih banyak jenis komisi lain dalam dunia affiliate marketing.
4. Tentukan Produk dan Jasa yang Ingin Kita Tawarkan
Setelah resmi menjadi affiliate, kita sudah bisa mulai memilih produk atau layanan yang ingin dipromosikan. Di Shopee, misalnya, tersedia sangat banyak pilihan produk yang bisa kita tawarkan ke audiens.
Menariknya, Shopee juga menyediakan kategori produk best seller. Artinya, produk-produk tersebut sudah terbukti banyak diminati dan sering dibeli oleh pengguna, sehingga peluang terjadinya transaksi pun lebih besar.
5. Pilih Media Promosi
Link afiliasi sebenarnya bisa dibagikan lewat berbagai media, termasuk platform tempat kita terdaftar sebagai affiliate, seperti TikTok maupun Shopee.
Di platform tersebut, kita bisa membuat konten video lalu menyisipkan link produk melalui fitur keranjang. Ketika audiens tertarik dengan produk yang kita ulas, mereka bisa langsung melakukan pembelian dengan mudah.
Dari pengalaman Admin, penggunaan link produk di keranjang video cenderung memberikan hasil yang lebih optimal. Tingkat checkout biasanya lebih tinggi dan potensi komisi pun ikut meningkat.
Meskipun begitu, kita tetap bisa menyebarkan link afiliasi melalui media sosial lainnya, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan platform lain yang relevan.
6. Pelajari Audience dan Cari Tahu Kebutuhannya
Langkah berikutnya adalah memahami siapa audiens kita. Kita bisa menggali informasi seperti rentang usia, lokasi, hingga latar belakang pekerjaan mereka.
Dari data tersebut, kita dapat memperkirakan kebutuhan dan masalah yang mereka hadapi. Selanjutnya, kita bisa menawarkan produk yang benar-benar relevan dengan kondisi mereka.
Tujuannya tentu agar semakin banyak orang tertarik mengklik link afiliasi yang kita bagikan. Bahkan, diharapkan mereka melanjutkan hingga proses pembelian, sehingga peluang mendapatkan komisi pun semakin besar.
7. Bikin Materi Promosi dan Penawaran yang Menarik
Hal yang tak kalah penting dalam mempelajari affiliate marketing adalah kemampuan membuat materi promosi dan penawaran yang menarik perhatian.
Misalnya, jika kita menggunakan Facebook sebagai media, perlu diingat bahwa platform ini bukan marketplace utama untuk jualan. Facebook lebih dikenal sebagai tempat berinteraksi dan bersosialisasi. Kita hanya “menyisipkan” aktivitas promosi di dalamnya.
Karena itu, penting untuk menyesuaikan gaya promosi dengan karakter platform yang digunakan. Akan jauh lebih efektif jika kita juga membangun personal branding yang kuat, sehingga apa pun yang kita rekomendasikan lebih mudah dipercaya dan diminati.
Selain itu, membuat konten yang berpotensi viral juga menjadi nilai tambah. Jika kita sering mengunggah video, kita bisa memanfaatkan kembali konten tersebut untuk menjangkau lebih banyak audiens.
Perlu disadari, mendapatkan penghasilan tambahan dari affiliate marketing tidak selalu semudah membagikan link lalu menunggu pembeli datang. Kenyataannya, orang tidak akan begitu saja mengklik link jika konten yang kita sajikan kurang menarik atau produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Oleh karena itu, proses belajar affiliate marketing harus dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari memilih produk yang tepat, memahami audiens, hingga menciptakan konten yang menarik dan berpotensi viral, semuanya perlu terus diasah agar hasilnya maksimal.

